URBAN SYINDICATE 2018,Menghapus Stigma Negatif Anak Jalanan

lilikbadung, 10 Dec 2018, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR- Urban Art Syndicate 2018,  di selenggarakan pada Minggu. (9/12) di Jalan Diponegoro (ex Alfa Sanglah) merupakan acara kesenian yang bertemakan Urban. Dimulai pukul 07 00 Wita - 00.00 Wita Acara ini merupakan acara perdana dari kelompok yang bernamakan Urban Art Community. Urban art community sendiri terbentuk baru bulan Oktober, tahun 2018 ini.

Berawal dari “obrolan orang mabuk” sehingga terciptalah tema sekaligus komunitas baru. Waktu itu panitia Cuma ada 5 orang saja untuk membuat proposal kegiatan sampai menghubungi para talent, dan itu sangat menguras tenaga sekaligus otak, tapi beruntung sih semakin sedikit panitia semakin sedikit otak jadi kita bisa memaksimalkan kinerja kita.

Acara berjalan lancar menampilkan Street Music, Art Installallation, Tatto Art, Music, Theatre Poetry, Video Art, Coffe Art, Senam, Yoga, Pijat refleksi, Workshop, Plastikologi, Sablon Cukil, Natural Color Print, Melukis Kemben, Batik. Acara ini dibuat bertujuan untuk mengaktifkan kembali area sanglah 'Karena selama saya 2 tahun di Bali saya melihat area Sanglah lempeng lempeng saja, dan tidak menarik. Selain itu juga saya juga melihat potensi potensi para “orang jalanan” yah yang mungkin orang orang sekitar bilang mereka tidak berpendidikan, beringas dan urakan." Kata Zuro Fida Ardianti (20) Salah satu panitia yang dikonfirmasi Journalist Indonesia Satu Biro Bali pada saat acara berlangsung.

"Sebenarnya kalau kita bisa berteman dengan mereka, mereka itu tidak seperti stigma masyarakat. Juga saya ingin menunjukan kepada masyarakat kalau sebenrnya kesenian itu tidak hanya berwujud tari tarian,musik, atau lukisan saja. Semua kreatifitas yang dihasilkan manusia merupakan sebuah seni." tegasnya.

Zuro mengatakan kendala di acara ini itu, mengundang pengunjung, ya mungkin ini acara baru yah jadi masyarakat masih belum mengerti dan sebagian mungkin merasa asing dengan acaea acara seperti ini. harapan kedepannya sih semoga acara ini bisa menjadi acara tahunan, dan lebih baik lagi dari acara kemaren.

"Saya hadir dalam acara ini mensuport teman-teman tentu sebagai Fhotografer Profesional asal Bali saya mengambil gambar-gambar fhoto di acara tersebut tanpa dibayar sebagai penghargaan saya kepada rekan-rekan yang telah mewujudkan Acara tersebut" ujar Rudi Wainawa Fhotografer yang aktif di Relawan Suryani Instutute For Metal Healt .(GUN)

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu