Surat Terbuka ForBALI Untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Terpilih

INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR- ForBALI mengirimkan surat terbuka, Senin (27/8/2018) dengan Nomor: 09/ForBALI/VIII/2018,  atas penyataan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Terpilih berkaitan dengan pernyataan yang dikeluarkan saat konferensi pers,Jumat 24 Agustus 2018 oleh Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, selaku Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

Koordinator Umum ForBALI I Wayan Suardana (Gendo) mengatakan beberapa hal yg penting ditanggapi oleh ForBALI melalui surat terbuka ini. Mulai dari pernyataan sikap yg ternyata baru dikeluarkan satu hari jelang berakhirnya izin lokasi reklamasi Teluk Benoa oleh PT.TWBI, hingga sesi foto yg dilakukan Koster dan rombongannya dg mengepalkan tangan kiri yg notabene itu telah menjadi simbol perjuangan rakyat bali yg sering berdemonstrasi menolak reklamasi Teluk Benoa.

"Pernyataan sikap yg terlambat itu, ternyata juga menghimbau kepada masyarakat utk tidak melakukan demonstrasi dengan alasan mereka memastikan reklamasi Teluk Benoa tidak akan dilaksanakan, padahal mereka belum dilantik secara resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur sehingga tidak memiliki kewenangan apapun secara hukum dan politik utk membatalkan reklamasi Teluk Benoa." ujar Gendo.

"Selama lima tahun melakukan berbagai cara untuk menolak reklamasi Teluk Benoa, bukankah Koster tidak memberi kontribusi? Lantas kenapa tiba-tiba menghimbau masyarakat utk tidak melakukan demonstrasi?." katanya.

"Pernyataan Saudara Wayan Koster terkait dengan perizinan dan persoalan hukum di kasus reklamasi Teluk Benoa, juga pernyataan Saudara Wayan Koster bahwa Perpres tidak perlu dicabut, justru semakin membingungkan sehingga dapat mencerminkan Saudara Wayan Koster tidak memahami persoalan hukum terkait reklamasi Teluk Benoa dan gagal paham dg masalah ini." ujarnya.

"Kita tunggu jawaban surat ini sbg pertanggungjawaban moral atas pernyataan yg dikeluarkan oleh Mereka ke publik. Harapan Kami, semoga mereka benar-benar melaksanakan komitmen politik utk menolak reklamasi Teluk Benoa Bali."pungkas I Wayan Gendo Suardana pada Indonesia Satu (25/8) di Depan Kantor Gubernur Bali.(adigoenawan),

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita