Pemasangan Baliho BTR Terus Bertambah, Sambut Kemenangan Teluk Benoa

INDONESIASATU.CO.ID:

BADUNG- Desa Adat Ungasan merupakan salah satu desa yang berada di Bali Selatan dan berdekatan dengan Teluk Benoa. Baliho berukuran 4x3 meter didirikan di depan Kantor Desa Ungasan, Selasa (21/08/2018)  pukul.10.00 Wita. Koordinator aksi pemasangan baliho Made Budiasa menjelaskan bahwa pemasangan baliho ini dilakukan guna merespon batas akhir izin lokasi reklamasin pada tanggal 25 Agustus mendatang. "Aktifitas pendirian baliho ini adalah sebagai bentuk perlawanan dan konsistensi kami di Desa Adat Ungasan dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. Tanggal 25 Agustus 2018 merupakan batas akhir sekaligus habisnya izin reklamasi yang saat ini dipegang oleh investor. Apabila AMDAL tumbang, maka niscaya Teluk Benoa akan menang" tegasnya.

Sekitar pukul 17.00 Wita terpantau pemasangan baliho di Kota Denpasar, tepatnya di Desa Adat Renon mendirikan baliho penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa. Baliho yang bertuliskan "25 Agustus 2018 AMDAL tidak layak, izin lokasi tumbang dan Teluk Benoa Menang". Baliho- baliho tersebut didirikan dibeberapa titik Desa Adat Renon yakni di Jalan Raya Puputan Bundaran Renon dan di Catuspata Pasar Renon." Pendirian baliho berukuran 2x3 meter selain sebagai bentuk konsistensi sikap juga untuk mengingatkan semua pihak untuk terus mengawal Teluk Benoa yang memasuki batas akhir perijinan," ujar I Wayan Hendra Suardana. 

Hal serupa juga terdapat pendirian baliho penolakam reklamasi Teluk Benoa di Desa Adat Medahan Gianyar, pemasangan baliho di perempatan Pantai Masceti, Medahan Gianyar.

Pemasangan baliho oleh Desa Adat dan Komunitas-komunitas terus berlipat ganda. Tercatat ada 4 Desa Adat yang mendirikan baliho dan tersebar di berbagai titik di Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.(lilik)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita