Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik: Akan Tanggung Biaya Akomodasi Mengundang Gubernur Bali Serta Pejabat Terkait Menikmati Keindahan Gunung Batur

INDONESIASATU.CO.ID:

BANGLI- Di Kaki Gunung Batur, tampak terlihat truk-truk pengangkut pasir tiap hari hilir mudik yang menyebabkan polusi dan kerusakan jalan serta mematikan usaha-usaha petani dan mematikan usaha pariwisata disekitarnya. Pada hari Minggu siang kemarin (14/10) sekitar pukul 12.37 Wita tampak Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik (43) bersama warga di daerah Culali, Desa Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli melakukan siaran langsung Live Facebook.

Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik meminta perhatian Gubernur Bali, Bupati Bangli, Ketua DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Bangli untuk melihat apa yang terjadi di kaki Gunung Batur yang merupakan salah satu tempat yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Geopark  Nasional pada tahun 2010. Dan telah mendapat pengakuan dari Unesco pada tahun 2012.

Ketika dikonfirmasi Jurnalist Indonesia Satu Biro Bali, Senin (15/10) Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik berharap agar para pejabat terkait dapat memberikan solusi serta jalan keluar, bagaimana agar usaha-usaha yang bergerak dibidang pertambangan ini, mereka bisa mencari alternatif sehingga tidak mematikan usaha-usaha para petani dan juga mematikan usaha-usaha pariwisata di sekitar daerah kaki Gunung Batur.

" Masyarakat tidak bisa bercocok tanam, masyarakat mengandalkan air bersih dengan membeli air tangki, truk tangki tidak bisa masuk, banyak lahan masyarakat tidak bisa dikelola", kata Ketut Suantika.

"Saya gak ngerti dengan Bupati Bangli yang membiarkan kegiatan penambangan pasir, masyarakat tidak bisa lewat, dari segi pariwisata sudah tidak bisa dikembangkan karena kerusakan yang ditimbulkan oleh aktifitas penambangan pasir tersebut",Imbuhnya.

"Ketika masyarakat hendak membawa hasil tanaman kepasar mereka harus mencari jalan alternatif mengelililingi Gunung Batur dari segi ekonomi sangat merugikan karena jarak tempuh yang jauh", pungkasnya.

"Keluarga Mbok melepaskan 40 Are tanah mereka sebagai jalan agar Warga Yeh Mampeh dan desa dibawah bisa memiliki akses jalan yang layak, bersama dengan masyarakat lainnya, mereka memberikan tanah tersebut tanpa meminta kompensasi, jalan tersebut diperuntukan untuk kepentingan masyarakat Batur dan sekitarnya"beber Ni Luh Putu Djelantik 

" Mbok minta penguasa di Provinsi Bali datang, menginap dan menikmati keindahan Batur, disaat yang sama agar mereka bisa merasakan menghirup debu, mendengarkan suara bising dan melihat resiko supir truk yang melalui tanjakan berbahaya", ungkapnya.

"Sekalian juga mampir ke Unesco Site Caldera di Batur, lihat apa yang sekarang tersisa disana!", imbuhnya." Mbok tanggung seluruh biaya akomodasi seluruh Pejabat terkait, tanggalkan protokol jabatannya, mereka pelayan rakyat, ayo berbaur bersama rakyat", tegasnya.

"Sebelum Gubernur Bali terpilih telah berjanji kepada rakyat, sekarang penuhi janji mereka, jadi politisi jangan ngomong doang, Rakyat Bali memilih mereka untuk bekerja"katanya.

"Tidak ada kaitannya apa yang saya lakukan dengan politik, ini urusan kemanusiaan,bukan kali ini saja mbok menyuarakan suara masyarakat",pungkas Ni Luh Putu Djelantik. (adi).

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita