Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, UKM dan Politik

INDONESIASATU.CO.ID:

BADUNG- Sebagai sesama orang desa, kami sama-sama punya kesibukan masing-masing sehingga waktu luang kami jarang beririsan. Itu sebabnya, setiap kali pertemuan kami memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan sesuatu yang produktif. Kemarin, diskusi berjalan sedikit berbeda karena berlangsung secara marathon lebih dari 24 jam dan hanya dijeda tidur beberapa jam saja. .

Apa yang kami bicarakan sebenarnya sederhana-sederhana saja, namun cakupannya lumayan kemana-mana. Mulai dari perihal isu-isu yang sedang berkembang hangat hingga ke persoalan pangan. Mulai dari persoalan pendidikan hingga wacana tentang gagasan-gagasan yang bisa kita lakukan bersama-sama. Supaya lebih produktif, akhirnya kita sepakat fokus pada tema yang sama-sama kita geluti, yaitu UKM. Untuk urusan yang satu ini, saya belajar banyak dari adik kesayangan saya ini.

Pengetahuan, pemahaman dan totalitasnya begitu mengagumkan. Dan perjuangannya mengatasi banyak persoalan UKM yang masih tumpang tindih dan berliku membuat saya dan siapa saja yang berdiskusi dengannya pasti akan belajar sangat banyak. . Suatu hari saya katakan padanya: "Ami (panggilan kami padanya) sepertinya sangat pas menjadi pelayan masyarakat UKM Indonesia".

Ya, pelayan, karena bagi saya ia tak hanya mengetahui kendala dan jeroan persoalan per-UKM-an kita, tetapi juga piawai memaparkan cara-cara penyelesaiannya. Sebagai praktisi ia terjun langsung dan sangat mengerti apa yang harus dilakukan untuk memajukan UKM negeri ini. Mulai dari kejelian melihat produk yang akan dikembangkan, meningkatkan kemampuan pengrajin, memberikan sentuhan "mematikan" sehingga punya nilai tambah yang signifikan, bagaimana memasarkan yang langsung menambatkan produk ke jantung hati pertahanan terakhir konsumennya, bagaimana kemasan dan pengirimannya, bagaimana meningkatkan daya saing, mengelola perusahaan, dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana ia menerapkan nilai-nilai humanisme pada para pengrajin, staff, rekanan, suplier, pembeli serta segala elemen hidup pada keseluruhan gerak semesta usaha kecil menengah yang diasuhnya, yang pasti akan menjadi modal penting untuk menjadi pelayan UKM negeri ini. 

Itu sebabnya suatu saat juga saya katakan kepadanya: "Jika saya menjadi Presiden, tanpa keraguan akan saya angkat seorang Niluh Djelantik sebagai Menteri UKM". . Barangkali agak berlebihan karena saat itu seorang Niluh Djelantik tidak terjun ke politik praktis, jadi mungkin kanal untuk menuju ke sana tidak terlampau terbuka. Tetapi ketika suatu hari ia mengatakan siap untuk terjun ke politik, giliran saya yang tidak percaya, meskipun dalam hati senang dan bangga.

Sebagai seorang kakak yang non-partisan saya hanya ingin ia bisa menjabarkan alasan yang sangat fundamental mengapa harus terjun ke carut-marutnya kancah politik negeri ini dan komit meninggalkan segala pencapaian yang sudah diraih selama ini. . Saya orang yang meragukan semua orang yang terjun ke dunia politik, tanpa kecuali. Tetapi tentu saja bukan tidak ada penawarnya.

Kepada siapapun yang masuk ke kancah politik praktis saya hanya ingin mendapatkan sebuah jawaban sederhana dan lugas atas pertanyaan saya tentang politik. Beruntung, Ami memberikan jawaban yang sesuai dengan apa yang ada di dalam alam pikiran saya, sehingga sekarang tidak ada keraguan sedikitpun bagi saya untuk tidak mendukungnya memperjuangkan gagasan-gagasan di kancah politik yang seperti hutan belantara ini.

Soal modal, saya pikir tidak ada yang perlu disangsikan. Saya mengenalnya sejak sangat muda. Ia seorang yang sangat beintegritas, berani, punya gaya kepemimpinan yang langka, meskipun kadang sangat kaku, kebablasan dan tidak memperhitungkan resiko-resiko buat dirinya. Secara finansial, ia sudah sampai pada level pelajaran bagaimana mencukupkan diri, jadi saya sangat yakin ia akan sangat detail mengelola keuangan sebagaimana yang selama ini ditunjukkan dalam mengelola perusahaannya dan bagaimana ia sangat taat dengan aturan-aturan perpajakan dan aturan pemerintah lainnya.

Dan juga yang tak kalah pentingnya, ia tidak hanya mendesain sepatu tetapi juga sudah lama mendesain usahanya untuk bisa dijalankan oleh orang-orang yang sudah bekerja di Niluh Djelantik sejak perusahaan itu didirikan. Jadi jikalaupun perusahaannya ditinggalkan untuk membenahi carut-marut perpolitikan negeri ini, itu tidak menjadi persoalan.  

Sekarang, Niluh Djelantik benar-benar terjun ke dunia politik. Sesuatu yang saya sendiri tidak terlalu paham. Sebagai abang tentu saya mendukung, mendoakan dan menjaganya, meskipun itu harus menunda banyak sekali gagasan-gagasan yang sudah kita bicarakan sebelumnya. Saya pikir rencana-rencana kolaborasi Rumah Intaran dan Niluh Djelantik tidak terlalu penting, karena yang lebih penting adalah negeri ini membutuhkan lebih banyak anak muda berintegritas yang berani mengorbankan kenyamanannya untuk masuk ke dalam belantara politik yang sangat tidak menentu. .

"Dan Niluh Djelantik, perempuan pemberani itu telah melangkahkan kakinya ke kancah itu. Saya, dan juga banyak orang yang telah lama mengimpikan lebih banyak orang baik mendedikasikan dirinya di kancah politik tidak akan tinggal diam. Kami mendukung Niluh Djelantik." pungkas Gede Kresna (Gede Kresna/GUN).

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita