Mengapa Ada Dualisme Wadah Organisasi Sapta Darma di Bali

INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR- Kerohanian Sapta Darma adalah salah satu Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME yang berkembang pesat pengikutnya di Indonesia.Kerohanian Sapta Darma mempunyai tujuan luhur yaitu hendak menghayu-hayu bahagianya buana.Antara lain membimbing manusia untuk mencapai suatu kebahagiaan hidup di dunia dan alam langgeng.

Guna mencapai cita-cita itu,maka Kerohanian Sapta Darma menyampaikan petunjuk-petunjuk kepada sekalian manusia, yaitu dengan menyampaikan ajaran-ajaran Kerohanian Sapta Darma yang pertama kali di terima oleh Panuntun Agung Sri Gutama,berkebangsaan Indonesia berasal dari Pare-Kediri-Jawa Timur.Di seluruh Indonesia para penganut Kerohanian Sapta Darma di wadahi oleh Organisasi Masyarakat yang bernama PERSADA (Persatuan Warga Sapta Darma).

Di Provinsi Bali Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kerohanian Sapta Darma berkembang pesat pengikutnya dan berbeda dengan provinsi lainnya.Di Bali terjadi dualisme Wadah Warga Sapta Darma.Yang berakibat adanya Kasus Panghusadan Palsu Sapta Darma.Kerohanian Sapta Darma di Provinsi Bali berpusat di Jl,Kebo Iwa Banjar Lepang atau lebih dikenal dengan Sanggar Candi Busana Lepang-Kabupaten Badung.Dan tampak pula Organisasi Sapta Darma yang berpusat di Jl Raya Kemuda.No.6 Kota Denpasar di kenal dengan nama Sanggar Candi Busana Tegeh Kuri.

Journalist Indonesia Satu Bali mengadakan penelusuran kepada Sesepuh Kerohanian Sapta Darma Kamis (29/04/2018) di Provinsi Jawa Timur, terkait dualisme tersebut terkait"Kasus Panghusadan Palsu Sapta di Bali".Apa yang menjadi penyebab adanya dualisme Kerohanian Sapta Darma dan Organisasi Sapta Darma?."Memang sejak awal ada yang kurang bijaksana dalam menanggapi metode mengajar,jika ada perbedaan metode penelitian sujud dianggap menyimpang dan tanpa ditelusuri PERSADA PUSAT sudah menghakimi." Ujar KS Tokoh Kerohanian Sapta Darma Wilayah Kota Malang.

"Surat Pemecatan Tuntunan Kerohanian Sapta Darma Kota Denpasar dan beberapa pengurus PERSADA Kota Denpasar dilayangkan mengatasnamakan Tuntunan Agung Kerohanian Sapta Darma Via Persada Pusat." tegasnya.

Akibat surat pemecatan tersebut beberapa pengikut mantan Tokoh Tuntunan KSD dan Mantan Pengurus PERSADA Kota Denpasar dengan Dasar Undang-Undang Ormas No.6 Tahun 1986 mendirikan Organisasi Sapta Darma (OSD) dengan Pendirinya Hartoto Baroto.ST Mantan Ketua Bidang Hukum dan Organisasi Persada Pusat dan Ketua Umumnya I Nyoman Swastika.Dan mendirikan Sanggar Candi Busana Tegeh Kuri dengan Plang Sanggar Sapta Darma di Jalan Kemuda- Denpasar di dukung oleh beberapa orang Warga dan Tokoh di Jawa.

Karena semua itu ada hal-hal yang menyangkut kepentingan pribadi,maka seharusnya Ketua Umum Persada Pusat mengambil langkah tegas secara internal dan eksternal supaya tak menimbulkan kegaduhan dan keresahan para Warga Kerohanian Sapta Darma di seluruh Indonesia.terutama Kasus Panghusadan Palsu Sapta Darma yang dilakukan oleh Oknum Mantan Pengurus OSD yang menduduki kain simbul pribadi manusia di Sanggar Tegeh Kuri dan telah memposting Pengobatan dengan latar belakang foto panuntun Agung Sri Gutomo dan foto Juru Bicara Sapta Darma Tuntunan Agung Sri Pawenang.

Pada prinsipnya Panghusadan adalah Pengobatan dijalan tuhan yang dapat dilakukan oleh warga atau tuntunan kerohanian Sapta Darma. Menjalankan tugas suci pengobatan dijalan tuhan tanpa pamrih didasari atas dasar cinta dan kasih.

Tentu dengan mengapload Iklan Pengobatan dan Penjualan Minyak Pelet dengan membayar tarif 2-5 juta itu bukan ajaran Kerohanian Sapta darma dan hal tersebut tidak bisa hanya didiamkan dan menunggu ngunduh wohing pakarti.(Lilik).

Index Berita