ForBALI Bersama Ribuan Warga Turun Ke Jalan, Meyambut Kemenangan Teluk Benoa

INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR- Setelah lima tahun berjuang memastikan batalnya reklamasi Teluk Benoa, Sabtu (25/08/2018) Rakyat Bali akhirnya sampai pada titik akhir perjuangannya. Ribuan warga bersama ForBALI turun kejalan seiring berakhirnya izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang dipegang PT.TWBI, jalanan di seputaran Monumen Bajra Sandi Renon dipadati ribuan massa.

Massa berkumpul di Parkir Timur Renon sekitar pukul 14.00 Wita dan melakukan longmarch menuju Kantor Gubernur Bali. Tepat di depan Monumen Bajra Sandi, massa berhenti sejenak mendengarkan orasi beberapa perwakilan basis. Band Superman Is Dead (SID) pun tampil membawakan beberapa lagu membakar semangat ditengah teriknya matahari.

Massa melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur Bali, nampak pada iring-iringan massa 2 buah piagam penghargaan yang akan diserahkan pada Gubernur Bali saat ini I Made Mangku Pastika atas rekornya sebagai Gubernur yang di demonstrasi rakyatnya selama lebih dari 5 tahun.

Saat ribuan massa hendak melewati gedung DPRD Bali, Massa sempat berhenti sejenak dan berhadap hadapan dengan dengan aparat Kepolisian yang menjaga ketat Gedung DPRD Bali, nampak pula pintu gerbang rumah rakyat tersebut tertutup rapat. Warga hendak menanyakan maksud dari pernyataan Ketua DPRD Bali Adi Wiratama yang menyampaikan pada media bahwa bila reklamasi Teluk Benoa di batalkan yang dirugikan adalah pembisnis demo. Warga akan menunggu jawaban dari Ketua DPRD Bali Adi Wiratama beberapa hari mendatang.

Karena alot dalam negoisasi warga melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur Bali. Selain orasi dari beberapa perwakilan basis juga di pentaskan pertunjukan tarian barong, masing-masing dari Banjar Tatasan Kaja dan juga Sanggar Goak Ngacok. Wayan Gendo Suardana memimpin doa bersama didampingi putra Almarhum AA.Komyang Raka.S.H., sebagai penghargaan diakhir hayatnya konsiaten menolak reklamasi Teluk Benoa.

"Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Bali yang selama ini bekerja keras, berjuang dan mengorbankan segala kepentingan pribadinya untuk bersatu padu dan tidak terpengaruh manufer elit politik yang berusaha untuk menelikung agenda-agenda gerakan Bali Tolak Reklamasi" ungkap Koordinator Umum ForBALI Wayan Gendo Suardana.

"Kami meminta Presiden Republik Indonesia Cq Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengumumkan secara terbuka dan tertulis bahwa status AMDAL reklamasi Teluk Benoa PT.TWBI tidak layak", imbuh Gendo.

"Kami meminta Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo agar melakukan upaya hukum dan politik untuk mengembalikan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi dengan membatalkan Peraturan Presiden No.51 Tahun 2014", tegasnya.

"Kami menyerukan kepada masyarakat pejuang Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa untuk tetap waspada di puncak perjuangan lima tahun ini agar siaga sampai akhir tanggal 25 Agustus 2018, pukul 01.01 Wita di basis masing-masing, sampai sudah dapat dipastikan bahwa AMDAL proyek reklamasi Teluk Benoa tidak dinyatakan layak oleh Menteri LKH, saat itulah dapat dipaatikan proyek reklamaai Teluk Benoa batal seiring habisnya masa berlaku izin lokasi reklamasi Teluk Benoa, setelahnya dapat merayakan kemenangan" pungkas Koordinator ForBALI Wayan Gendo Suardana ketika di konfirmasi Indonesia Satu Bali.

Nampak pula banyak warga yang menyempatkan diri berselfi ria di depan piagam penghargaan untuk Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. Sebagai penutup aksi tampil band The Eastbay. Sekitar pukul 17.30 Wita ribuan warga membubarkan diri dengan tertib dan aman, sebagian warga mengumpulkan sampah-sampah yang ada.(adigoenawan).

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita