For BALI Berduka, Anak Agung Kompyang Raka Dalam Kenangan

INDONESIASATU.CO.ID:

Denpasar - Berpulangnya Anak Agung Kompyang Raka,S.H., Selasa 7 Agustus 2018, pukul 22.00 Wita di RSU Bross Denpasar, sungguh mengagetkan orang-orang dekatnya. Anak Agung Kompiang Raka,S.H., seorang Bandesa Adat Intaran Sanur sekaligus Anggota DPRD Provinsi Bali, yang sangat teguh dan kosisten berpihak pada Gerakan Bali Tolak Reklamasi.

"Saya tidak kuat menahan duka ini, sebab terlalu banyak suka duka yang kita jalani dalam perjuangan menyelamatkan Teluk Benoa, Ratu Ajilah yang berinisiatif mengajak bertemu agar bisa ada deklarasi Bali Tolak Reklamasi di Desa Adat Intaran."ungkap Wayan Gendo Suardana.

"Ratu Aji ada di Partai Politik tapi tidak pernah menyeret kepentingan Ratu di Partai dengan kepentingan gerakan Bali Tolak Reklamasi. Ratu Aji menurut saya adalah prototype pimpinan yang bisa memilah gerakan BTR dengan posisinya sebagai kader Parpol, Ratu Aji adalah sosok militan, yang membuat nyali tempur kami terjaga.Itulah yang membuat saya salut." tegas Wayan Gendo Suardana.

Sejak kasus reklamasi Teluk Benoa, intensitas komunikasi kami menguat, terutama sejak peristiwa dikriminalisasinya 4 pejuang BTR dari Jalak Sidakarya pada akhir tahun 2013. Beliau dalam kapasitas sebagai tokoh masyarakat Sanur, mendatangi Posko Pembebasan 4 aktifis BTR Jalak Sidakarya. Kedatangan fisik beliau saja sebetulnya sudah sangat luar biasa karena situasi saat itu, gerakan BTR masih kecil sedangkan intimidasi termasuk kriminilalisasi sangat masif di hujamkan kepada Gerakan Bali Tolak Reklamasi. "Sebagai orang yang ada dalam situasi tekanan saat itu, dukungan moral dan materiil sekecil apapun sangat berarti dan salah satunya saya dapatkan dari kehadiran beliau, selanjutnya upaya-upaya beliau guna membantu gerakan BTR di Desa Adat Intaran Sanur."

"Terima kasih para Warga Intaran dan kawan-kawan aktifis Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa, telah menjemput dan mengiringi jenazah Bandesa Adat Intaran Sanur AA Kompiang Raka pada hari Kamis (9/8/2018) , dari RSAD Denpasar menuju rumah duka. Saya mohon maaf tidak bisa ikut menjemput dan mengiringi karena masih ngayah di Desa Adat." pungkasnya kepada Journalis Indonesia Satu Bali.(Adi Goenawan).

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita