Apa Langkah Nyata Persada Pusat Dalam Kasus Panghusadan Palsu Sapta Darma di Bali

INDONESIASATU.CO.ID:

BALI - Masalah yang ditimbulkan oleh seorang mantan pengurus Organisasi Sapta Darma yang memasang  Iklan OLX Bali(04/11/2017) di ketahui seorang yang mengaku bernama Raden Arjuna Jaya Baya Al- Mukhtar No.WA 0821 8672 1895 memasang Iklan Penjualan Minyak Pelet seharga 2 juta- 5 juta,Serta Batu bertuah,dan pengobatan santet.

Paranormal Jualan Minyak Pelat itu sah-sah saja. Yang menjadi masalah adalah memosting fhoto Sanggar Candi Busana Tegeh Kuri didaerah Denpasar Bali,dan terlihat menduduki Kain Simbul Pribadi Manusia Kerohanian Sapta Darma.

Selain itu terlihat si Raden Arjuna mentransfer energi ke Pasien dan di dudukan di Kain Simbul Pribadi Manusia.

Terlihat pula Raden Arjuna mengunakan Udeng Bali layaknya seorang Balian( Spiritualis Bali),serta mendudukan pasien laki-laki dan Perempuan di atas kain Simbol pribadi Manusia.

Tentu hal tersebut sangat meresahkan Penghayat Kerohanian Sapta Darma di seluruh indonesia.Di karenakan panghusadan adalah pengobatan dijalan tuhan tanpa mengharapkan pamrih atas dasar cinta dan kasih.

Setelah itu team investigasi mengadakan penelusuran bahwa di ketahui dari seorang Mantan Pengurus PERSADA Kota Denpasar bernama Haryo anak dari Almarhum Hariono yg sudah wafat dan di peringati 3 tahun di SCB Tegeh Kuri atau yang lebih di kenal Organisasi Sapta Darma.

Mantan Tokoh Pengurus Persada Kota Denpasar seolah menutupi keberadaan Panghusadan Palsu tersebut.

Menurut keterangannya IWS Haryo sudah pulang ke Jakarta,dan menurut keterangannya Haryo adalah mantan Pengurus OSD.

Tim Investigasi mendapatkan fakta bahwa Haryo masih ada di Bali di buktikan dengan pesan WA yg melakukan praktek di sebuah Bar di Jl Teungku Umar denpasar Bali.

Dan ada hal yang sengaja di tutupi, PERSADA ( Persatuan Warga Sapta Darma ) di Provinsi Bali ada Dualisme Wadah bagi Warga Penghayat Sapta Darma.

Tetapi hal tersebut seperti seolah di redam terbukti dari hasil penelusuran kepada Staff Tuntunan Kerohanian Sapta Darma Bali menyerahkan tanggung jawab kepada OSD.Perlu di ketahui Organisasi Sapta Darma berdiri karena pemecatan sepihak dari Tuntunan Agung Sapta Darma Via Ketum Persada.

Tentu banyak hal yg harus di luruskan oleh Tuntunan Agung Kerohanian Sapta Darma dan Ketua Umum Persada Pusat mengenai adanya Praktek perdukunan berkedok Sapta Darma di Pulau Bali.

Menurut Keterangan Salah Satu Mantan Koordinator Remaja Pusat Sdr. Y," Setahun yang lalu dirinya sudah melaporkan hal tersebut dan tidak ada tindakan sehingga terulang kejadian tersebut." tegasnya.

Journalist Indonesia Satu Lilik Adi Goenawan.S.Ag meminta tanggapan Pinisepuh Kerohanian Sapta Darma Jawa Timur.Pada hari Kamis (05/04/2018) di saat kegiatan rohani di SCB.Harjosari Kota Malang.Mengapa hal tersebut bisa terjadi dan tak ada langkah nyata dari Ketua Umum Persada Pusat? "Ya karena tidak ada yang mau melakukan pendekatan untuk memberi saran dan nasehat,malah menghukumi warganya sendiri." ujar KS Tuntunan Kerohanian Sapta Darma Wilayah Malang.

"Ada pedoman Tuntunan  AD/ART Organisasi yang tidak dipahami oleh Tuntunan atau Organisasi berkaitan ajaran ada beberapa tahapan sebelum mengambil keputusan pada melanggar sendiri sama halnya melanggar Wewarah No 2."pungkasnya.(Lilik).

Index Berita