Agung Alit: Untuk Mengusir Lupa Mendirikan Taman Baca Kesiman, Menumbuhkan Budaya Membaca serta Membangun Sikap dan Pikiran Yang Kritis

INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR- Taman Baca Kesiman (TBK) di jalan sedap malam No.234 Denpasar Selatan adalah taman baca yang mempunyai sentuhan humanis. TBK sengaja dikonsep taman yang tertata rapi dan luas dipadukan dengan konsep perpustakaan dan cafe dengan desaign interior yang ramah lingkungan. TBK jika perhatikan tak ubahnya tempat wisata edukasi berbagai ornemen plus 'penciptaan' suasana ramah menjadi daya tarik unik untuk semua kalangan. Mulai para anak muda hingga dewasa dan tua.

Untuk lebih membuat kesan menarik, di TBK 'hadir' wajah Gus Dur dalam miniatur patung yang berderi tepat di depan halaman perpustakaan." Saya suka Gus Dur dengan Spirit Pluralismenya,bahkan saya sudah nyekar ke Makam Gus Dur di Jombang ,Jawa-Timur",ujar Agung Alit.

Sementara itu dinding dapur TBK tampil pula lukisan wajah sastrawan besar, Pramodenya Ananta Toer. Ornamen patung Rasta ala Bob Marley bermakna tentang musik perlawanan kaum marginal. Ornamen lain juga hadir dan menambah kesan intelektual tempat ini Taman-Baca-Kesiman.

Dapur Taman Baca Kesiman, berlukis Wajah Pramoedya Ananta .Tak hanya buku, TBK juga menyediakan bermacam makanan dan minuman untuk memudahkan para pengunjung jika haus. Tak lupa demi akses internet, TBK juga menyediakanFree Wifi yang bisa digunakan menambah informasi selain dari sumber buku yang ada di perpustakaan.

Agung Alit dan Hani Duarsana adalah pemilik TBK ini. Dengan kreativitas dan sekaligus keperdulian terhadap minat baca masyarakat mereka ingin membuka ruang baca bagi masyarakat yang santai dan nyaman. Agung Alit sebagai pendiri Taman Baca Kesiman mengatakan, tahun 2014 TBK didirikan bersama Hani Duarsa. "Ini didirikan untuk membentuk kesadaran membaca bagi anak bangsa. Karena di sini kurang ruang baca dan ruang belajar bersama, " ungkapnya pada Jurnalist Indonesia Satu Bali,Senin(22/10/2018).

Agung Alit menambahi, "Di perpustakaan kita mempunyai sekitar 4000 buku tersedia, sebagian koleksi pribadi dan sebagian lain sumbangan dari kawan-kawan luar kota," imbuhnya. " Kami mendirikan Taman Baca Kesiman untuk mengusir lupa dan menumbuhkan budaya membaca dan membangun sikap dan pikiran yang kritis", tegas Agung Alit

 Cangkupan bukunya kata Indra juga luas, ada berbagai macam buku, dan selalu menambah koleksi buku- buku yang baru. Tak lupa TBK juga menjadi arena favorit diskusi masyarakat. " Kalau diskusi hampir setiap hari tak hanya kalangan mahasiswa yang berkunjung ke TBK, mula dari anak SD sampai SMA juga suka nongkrong disini dan membuat tugas bersama." Tapi yang paling menarik kalau kita bikin kegiatan, itu yang ikut mulai dari anak SMP sampai para kakek datang juga, jadi lingkup genarasi luas," Ucapnya.

Apa harapan Agung Alit mengenai Penolakan Reklamasi Teluk Benoa? Serta Mengapa Perpres No.51 Tahun 2015 harus di Batalkan?,"Sebagai Pengagum Jokowi, harapan saya jangan menguruk laut,karena bertentangan dengan jasmani dan rohani rakyat Bali", tegasnya. "Menguruk laut, bukan membangun malah merusak dan menyakiti alam semesta dan rakyat Bali" imbuhnya."Masalah menolak Reklamasi Teluk Benoa bukan soal darah Bali, itu soal ketidakadilan dan masalah Rakyat Indonesia, Saya suka Jokowi, harapan saya Perpres No.51 Tahun 2014 segera di batalkan", pungkas Gung Alit yang juga konsen dengan perjuangan forBALI dan Pasubayan Desa Adat se-Bali menolak reklamasi Teluk Benoa.(goenawan).

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita